MABES TIPIKOR MY.ID Makassar— Laskar Merah Putih (LMP) menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Indonesia Terang” dengan mengangkat tema “Peran Serta Akademisi, Ormas, LSM, Jurnalis dan OKP dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai Wujud Cinta NKRI.”
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan antarelemen masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan seluruh komponen bangsa dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Dialog kebangsaan ini diikuti berbagai unsur, mulai dari akademisi, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), jurnalis, organisasi kepemudaan (OKP), hingga unsur TNI dan Polri.
Dalam sambutannya, Ketua Laskar Merah Putih (LMP), Andi Noer Aliem, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, tema “Indonesia Terang” dipilih karena berbagai persoalan yang terjadi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara perlu dilihat secara terbuka dan terang-benderang.
Ia menilai, persoalan bangsa tidak dapat diurai hanya oleh satu pihak. Diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, jurnalis, LSM, OKP dan organisasi kemasyarakatan.
“Sekarang terlihat jelas permasalahan-permasalahan yang ada di bangsa kita. Tanpa adanya campur tangan teman-teman jurnalis, LSM, OKP dan akademisi, mungkin itu sulit untuk terurai dengan baik,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menegaskan bahwa organisasi masyarakat harus membangun kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya dengan pemerintah maupun aparat keamanan.
“Bukan hanya bermitra dengan pemerintah, TNI dan Polri, tetapi bermitra kepada seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Noer Aliem juga menyinggung pengalaman gerakan mahasiswa dan aksi demonstrasi pada masa lalu. Ia mengisahkan bagaimana strategi dilakukan saat turun ke jalan dalam menyampaikan aspirasi.
“Dulunya, kalau kami turun ke jalan demonstrasi, beliau ini Pak Herman Kajak, kami sembunyi di dalam mobil. Jadi strategi demonstrasi waktu itu memang sudah kami jalankan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam aksi demonstrasi, para koordinator lapangan (korlap) sering berada di garis depan untuk mengkoordinasikan massa.
Selain membahas gerakan masyarakat, ia turut menekankan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dengan lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum dalam menjalankan berbagai program sosial.
Ia menyampaikan bahwa LMP telah mendapatkan penghargaan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. LMP juga disebut telah menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi dalam mendukung program-program kemasyarakatan.
Salah satu program yang disoroti adalah program peduli kampus, yang menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi antara organisasi masyarakat, perguruan tinggi dan aparat keamanan.
Menurutnya, koordinasi dengan pihak Polda Sulawesi Selatan dalam menjalankan program tersebut berlangsung dengan baik.
“Koordinasinya sangat luar biasa pihak Polda dengan Laskar Merah Putih Indonesia yang ada di tingkat provinsi,” tuturnya.

Dialog Kebangsaan “Indonesia Terang” diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pengawasan publik, keterbukaan informasi serta partisipasi masyarakat dalam mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pangdam XIV/Hasanuddin, Polda Sulsel, Kejati, Direktur Kopel Sulsel, Koordinator Fokal, akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Ketua LMP Andi Noer Aliem, S.Pd., Sekretaris LMP Djaya Jumain, SKM., SH., LL.M., serta perwakilan ormas, lembaga dan jurnalis.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun gerakan bersama untuk mencegah dan memberantas praktik korupsi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui dialog tersebut, LMP mendorong agar kolaborasi antara akademisi, organisasi masyarakat, jurnalis, LSM, OKP, aparat penegak hukum dan masyarakat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang transparan, bersih dan berintegritas.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan undangan yang telah hadir dalam Dialog Kebangsaan “Indonesia Terang”.
Redaksi Admin













