Mabestipikor.My.id // ABOY, PEGUNUNGAN BINTANG — PAPUA PEGUNUNGAN — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pasgat) Pamtas RI–PNG TA. 2026 Pos Aboy memimpin langsung pengamanan dan penyambutan kedatangan Bapak Arnold Nam, Wakil Bupati Oksibil, beserta rombongan Pemerintah Daerah dan pihak PT Pertamina di Apron Bandara Luban, Distrik Aboy, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, pada Kamis, 3 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat setempat.
Kedatangan rombongan yang menggunakan pesawat perintis PK‑RKD milik PT AMA pada pukul 12.30 WIT disambut hangat oleh tokoh adat, tokoh agama, serta warga Kampung Luban dengan tarian adat yang khas — ungkapan rasa syukur dan harapan atas perhatian pemerintah terhadap wilayah mereka. Danpos Pasgat Aboy, Letda Pas Faisol Amin F, bersama Danpos Aboy Satgas Statis 407 Letda Inf Ambul Manan, turut hadir memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman hingga berakhir pada pukul 13.25 WIT.
Rombongan yang hadir terdiri atas Bapak Arnold Nam (Wakil Bupati Oksibil), Bapak Indra Mahargio, Bapak Dewa Tondok, Bapak Rois Sihombing (Staf Pemda Oksibil), serta Bapak Andre Afdilla, Bapak Yoel Tiranda, dan Bapak Fero Wijaya (Staf PT Pertamina). Setelah penyambutan adat, rombongan langsung meninjau lokasi yang direncanakan untuk pembangunan SPBU di Kampung Luban, Distrik Aboy — langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan bahan bakar dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan yang selama ini tergolong terisolir.
TANGGAPAN DAN PENDAPAT PARA PIHAK TERKAIT
Bapak Arnold Nam — Wakil Bupati Oksibil:
“Kedatangan kami ke Kampung Luban ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk masyarakat di wilayah perbatasan. Pembangunan SPBU di sini bukan sekadar penyediaan bahan bakar, melainkan pintu gerbang peningkatan ekonomi, kemudahan mobilitas, dan percepatan pembangunan di Distrik Aboy dan sekitarnya. Saya dengar langsung aspirasi masyarakat dan kami berkomitmen — rencana pembangunan ini akan segera direalisasikan bersama PT Pertamina. Kami berterima kasih kepada Satgas Pasgat dan seluruh aparat keamanan yang senantiasa menjaga keamanan wilayah sehingga pembangunan dapat berjalan tenang dan lancar.”
Letda Pas Faisol Amin F — Danpos Pasgat Aboy:
“Tugas kami tidak hanya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga memastikan setiap langkah pembangunan yang datang ke masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami merasa bangga dapat mendampingi kunjungan ini dan menyaksikan langsung aspirasi warga Luban didengar dan disepakati. Kehadiran Satgas Pasgat di sini adalah untuk menjaga stabilitas keamanan agar pembangunan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, Pertamina, dan masyarakat sangat penting agar program ini dapat bermanfaat maksimal bagi warga Kampung Luban dan sekitarnya.”
Bapak Ustinus Duyala — Kepala Suku Kampung Luban:
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Wakil Bupati dan pihak Pertamina yang telah datang langsung ke tanah kami untuk meninjau lokasi pembangunan SPBU. Selama ini kami kesulitan mendapatkan bahan bakar, yang menghambat kegiatan ekonomi warga. Kami berharap rencana ini segera dilaksanakan agar kehidupan masyarakat Luban dapat lebih maju dan mudah beraktivitas. Kami juga berterima kasih kepada Satgas Pasgat yang selalu hadir dan menjaga keamanan di wilayah kami, sehingga kami dapat menyambut tamu dengan tenang dan berharap pembangunan ini menjadi berkah bagi kami semua.”
Setelah peninjauan lokasi dan dialog terbuka, Bapak Arnold Nam beserta rombongan meninggalkan Bandara Luban menuju rute LBN — BTM — STN menggunakan pesawat yang sama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Aspirasi masyarakat Kampung Luban untuk segera terbangunnya SPBU telah disampaikan secara langsung dan mendapat respon positif dari Wakil Bupati Oksibil untuk segera direalisasikan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara pemerintah daerah, BUMN, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat dalam membangun wilayah perbatasan Papua. Di tengah pegunungan yang tinggi dan terisolir, kehadiran pembangunan dan keamanan yang kokoh menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk terus maju dan berkembang bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Editor Redaksi.






Tinggalkan Balasan